DESAIN GRAFIS
Desain grafis adalah bagian dari ilmu seni visual. Secara bahasa desain grafis terdiri dari dua kata. Yaitu desain yang berarti kerangka bentuk atau rancangan. Dan grafis yang merupakan paduan titik, garis, bidang, atau huruf visual untuk mengomunikasikan pesan tertentu.
SKALA DALAM DESAIN GRAFIS
Skala termasuk ke dalam unsur penting dalam desain grafis. Mengatur skala mempengaruhi dalam mengatur titik fokus dan mengarahkan pandangan penikmat terhadap desain yang dibuat. Skala dalam suatu desain akan berdampak pada bagaimana penikmat karya melihat dan memahami konsep desain yang dibuat.
Dalam arsitektur yang dimaksut dengan skala adalah hubungan harmonis antara bangunan beserta komponen-komponennya dengan manusia. Skala-skala itu ada beberapa jenis yaitu: skala intim, skala manusiawi, skala monumental/megah, skala kejutan.
RATIO MATEMATIKA DAN SISTEM PROPOSIONAL DALAM DESAIN GRAFIS
Rasio Matematika Golden ratio, yang secara harfiah diterjemahkan sebagai “rasio emas” (emas di sini maksudnya seperti emas dalam “kesempatan emas”), merupakan sebuah angka yang sangat spesial dalam matematika. Golden ratio adalah bilangan irasional yang nilainya mendekati 1,618. Golden ratio biasanya disimbolkan dengan huruf Yunani φ (phi).
Rasio Emas dapat diilustrasikan dengan menggunakan Golden Rectangle: sebuah persegi panjang besar yang terdiri dari sebuah persegi (dengan sisi sama panjangnya dengan panjang terpendek dari persegi panjang) dan persegi panjang yang lebih kecil.
Golden Ratio adalah angka yang sangat berguna untuk membantu menciptakan desain yang indah dan seimbang secara sempurna yang menurut estetika memuaskan di tingkat terdalam dari otak.
Golden Ratio dapat digunakan untuk:
- Membuat Layout
- Typografi
- Gambar, dll
Sistem Proporsional Keseimbangan adalah keadaan atau kesamaan antara kekuatan yang saling berhadapan dan menimbulkan adanya kesan seimbang secara visual. Prinsip keseimbangan ada dua, yaitu:
1. Keseimbangan Formal (Simetris)
Hal ini dimulai dengan keseimbangan yang dimiliki oleh desain simetris. Keseimbangan seperti ini bisa dilihat secara jelas melalui titik pusat atau yang sering disebut dengan garis sumbu dibagian Tengah objek. Garis sumbu ini menjadi elemen penting untuk menjadi tolak ukur dari seluruh bagian sisi bagian dari objek itu.
Prinsip utama dari desain simetris biasanya terletak dari sifat konvensional atau tradisional yang terangkum dalam seluruh sudut. Bahkan, beberapa sisi terlihat sangat kaku karena memiliki sudut pandang yang terlalu sama.
2. Keseimbangan Informal (Asimetris)
keseimbangan informal bermanfaat menghasilkan kesan visual yang dinamis, bebas, lepas, pop, meninggalkan sikap kaku, dan posmodernis.
Keseimbangan dari desain Asimetris tentu saja akan mempengaruhi prinsip dasar. Pada desain asimetris terdapat beberapa bagian sisi yang terlihat sangat menonjol dan tidak membosankan. Pada desain asimetris dapa dilihat bahwa seluruh sudut atau sisi dari bagian objek asimetris tidak terlalu beraturan. Bahkan, beberapa orang menganggap desain asimetris merupakan bagian dari perkembangan sisi modern dan dinamis.
Contoh Poster Keseimbangan Simetris
Poster ini dirangkai dengan perpaduan elemen visual secara simetris antara kiri dan kanan. Elemen-elemen desain di bagian kiri diseimbangkan dengan elemen lain dibagian kanan secara serupa seperti cermin.
Contoh Poster Keseimbangan Asimetris
Poster ini menggunakan gaya asimetris beberapa kontras dan skala. Elemen tangan berwarna hitam berukuran besar diseimbangkan dengan teks Flawless berwarna hitam namun berukuran kecil.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar