DESAIN GRAFIS
Pengertian Desain Grafis
Graphic Design atau Desain Grafis adalah Suatu cara berkomunikasi yang fungsinya sama seperti bahasa namun tidak menggunakan kata-kata, tetapi menggunakan gambar/visual.
Era Desain Grafis
Desain grafis pada era yang sangat modern ini sudah berubah menjadi kebutuhan yang sangat penting dalam dunia perekonomian maupun perindustrian dunia.
Jika kita berbicara mengenai sejarah desain grafis pasti sangat jarang sekali orang-orang bahkan terutama desainer grafis sendiri jarang yang mengetahui. Jika di telusur sudah ada di zaman-zaman era primitif pada zaman dahulu. Hal ini bisa di buktikan dengan peninggalan peradaban kuno manusia dalam bentuk arsitektur (bangunan). Symbol-simbol atau pictograf, maupun tulisan (ideograf) yang biasanya berbentuk prasasti. Untuk mengkomunikasikan sesuatu pada zaman dahulu orang menggunakan gambar. Seperti peninggalan manusia primitif berupa coretan di dinding goa. Adapun Era Desain Grafis:
Victorian
Gaya desain grafis Victorian berkembang sejak tahun 1820-an hingga tahun 1900 di Amerika, Inggris dan sebagian besar benua Eropa. Gaya ini muncul karena reaksi seniman atas akibat yang ditimbulkan oleh revolusi industri. Memang di lain pihak, revolusi industri di Inggris mendatangkan berkah namun juga memunculkan akibat meningkatnya kriminalitas, urbanisasi dan orang kaya baru (kaum borjuis/borgeouis). Mereka kemudian mencari gaya dari masa lalu dengan membandingkan pada seni dan arsitektur jaman Gothic. Setelah peristiwa Pameran Raya tahun 1851, masyarakat semakin berminat pada ornamentasi bentuk-bentuk bersejarah. Selera masyarakat beranggapan bahwa bentuk-bentuk yang cenderung gemuk akan menimbulkan efek yang menyenangkan mata.
Arts & Crafts
Arts and Craft muncul sebagai bentuk ketidakpuasan terhadap Victorian yang dianggap sudah terlalu tradisional dan ketinggalan zaman. Selain itu Victorian juga miskin nilai-nilai estetis karena sifat-sifatnya yang natural dan apa adanya. Maka Arts and Craft muncul dengan pelopornya William Morris, mengusung gaya ilustrasi yang kaya akan seni decorative yang memiliki nilai craftmenship tinggi.
Arts and Crafts movement adalah sebuah pergerakan internasional dalam seni murni dan dekoratif yang bermula di Inggris yang kemudian menyebar luas di Eropa hingga Amerika Utara sekitar tahun 1880 hingga 1910, yang kemudian muncul kembali di Jepang pada tahun 1920-an.
Gaya desain ini dibuat menggunakan bentuk sederhana dan sering menampilkan kesan abad pertengahan, dan kesan romantis dengan lebih menekankan penggunaan tekstur dan ilustrasi tipografi.
Gaya desain ini memiliki pengaruh yang kuat di bidang seni Eropa sebellum digantikan oleh Art Nouveau dan Art Deco, sampai akhirnya dua gaya itu juga tergeser oleh gaya desain yang lebih modern pada tahun 1930-an. Ciri dan karakteristik utama dari Arts And Crafts Style adalah bentuk yang sederhana, ilustrasi tipografi, penggunaan tekstur yang banyak.
Art Nouveau
Art Nouveau merupakan lanjutan dari aliran desain Arts and Craft. Gaya desain Art Nouveau ditemukan dalam perlawanan seniman William Morris dengan komposisi yang berantakan. Kebangkitan dan kecenderungan abad ke-19 serta berbagai teorinya yang membantu memulai gerakan seni dan kerajinan. William Morris adalah seorang desainer tekstil, dan ide-idenya tentang desain dan seni. Salah satu karya paling awal dari Art Nouveau adalah Red House of Morris tahun 1859. Nama Art Nouveau diambil dari sebuah galeri untuk dekorasi interior yang dibuka oleh Siegfried Bing di Paris di tahun 1895 yang bernama "Maison de I'Art Nouveau".
Gerakan Art Nouveau juga mengambil banyak inspirasi dari pelukis Pre-Raphaelite seperti Edward Burne-Jones dan Dante Gabriel Rossetti. Ideologi Pra-Raphaelite berkaitan dengan reformasi dunia seni. Menolak gaya mekanistik yang diadopsi oleh Mannerisme.
Selain itu, pameran tahunan yang diselenggarakan masyarakat tahun 1888 telah membantu menyebarkan Art Nouveau. Salah satunya, majalah The Studio (1893) yang sangat membantu menyebarkan Art Nouveau hingga ke Eropa.
Early Modern
Pada dekade 1870-an hingga 1890-an adalah masa di mana industri mengalami kemajuan yang pesat. Dengan begitu, dunia periklananpun turut berkembang juga.
Early Modern tercipta ketika para seniman meninggalkan kebiasaan mereka dan mencoba bereksperimen untuk menciptakan Style desain dan filosofi desain baru yang akan mempengaruhi semua desainer grafis di seluruh dunia. Early Modern memiliki bentuk geometris yang lebih minimalis dengan di dominasi oleh foto dan lebih sedikit ilustrasi.
Style desain ini adalah awal dari perubahan desain grafis ke arah yang lebih modern. Ringkasan ciri dari Early Modern Adalah :
- Bentuk geometris
- Lebih minimalis
- Desain lebih bersih
- Lebih menekankan penggunaan foto dengan sedikit ilustrasi
Expressionism Modern
Pada era ini terdiri dari beberapa kelompok yaitu futurism,Vorticism dan Constructivism Pada gaya desain futurism pemunculan pertamanya adalah pada surat kabar Perancis Le Figaro (20 Pebruari 1909), menampilkan gabungan antara nasionalisme, militerisme Italia dan penyembahan terhadap kecepatan, yang diekspresikan melalui figur alat transportasi mobil dan pesawat terbang.
Pada gaya desain Constructivism muncul pada gerakan seni Rusia yang radikal yang berkembang menjelang Revolusi Bolshevik tahun 1917. Dalam rangka ikut memperbaiki peran seniman dan memberikan kontribusi pada ‘kontruksi’ untuk sebuah negara komunis yang baru, sekelompok seniman menolak konsep ‘seni untuk seni’, yang mana konsep ini yang menjadi dasar dari gerakan Suprematisme.
Art Deco
Art Deco adalah gaya hias yang lahir setelah Perang Dunia I dan berakhir sebelum Perang Dunia II yang banyak diterapkan dalam berbagai bidang, misalnya eksterior, interior, mebel, patung, poster, pakaian, perhiasan dan lain-lain dari 1920 hingga 1939, yang memengaruhi seni dekoratif seperti arsitektur, desain interior, dan desain industri, maupun seni visual seperti misalnya fashion, lukisan, seni grafis, dan film.
Gerakan ini, dalam pengertian tertentu, adalah gabungan dari berbagai gaya dan gerakan pada awal abad ke-20, termasuk Konstruksionisme, Kubisme, Modernisme, Bauhaus, Art Nouveau, dan Futurisme. Popularitasnya memuncak pada 1920-an. Meskipun banyak gerakan desain mempunyai akar atau maksud politik atau filsafati, Art Deco murni bersifat dekoratif. Pada masa itu, gaya ini dianggap anggun, fungsional, dan ultra modern.
Post-Modernisme
Setelah Bauhaus ditutup Hitler (1933), International style menjadi gaya yang dominan dalam dunia seni dan desain. Namun tahun 1960an ahli filsafat dan ilmu sosial menularkan paham posmodern dalam seni rupa, arsitektur dan desain. ‘Post’ dalam upaya mengkritik modernisme dimunculkan tahun 1965 oleh Leslie Fiedler (Post-male, Post White).
Tahun 1980-an, istilah postmodernisme diterapkan sebagai gaya internasionalyang khas yang bukan berdasarkan pada dogma tapi berdasarkan pertemuan beraneka teori dan praktek dari para desainer di seluruh dunia.
Desain postmodernisme mempunyai ciri:
- geometri gerak yang suka bermain-main yang menampilkan bentuk-bentuk yang mengapung,
- titik dan garis yang ditempatkan secara acak ,mempunyai banyak lapisan dan gambar yang tidak lengkap,
- keselarasan warna-warna yang menyenangkan,
- tipografi dengan spasi antar huruf (letterspace) yang bertentangan dan selalu berhubungan dengan sejarah seni dan desain.
Hardware dan Software untuk Pemodelan Desain Grafis
Hardware
1. VGA Card
VGA Card atau juga dikenal sebagai kartu grafis merupakan perangkat keras yang digunakan sebagai pengolah data dalam bentuk grafis lalu hasilnya akan ditampilkan melalui layar monitor Anda. Desainer grafis memerlukan VGA Card minimal kelas menengah agar tampilan grafik yang diberikan lebih akurat dan teliti.
2. CPU
CPU atau lebih spesifik prosesor merupakan hardware yang sangat penting diperhatikan oleh seorang desainer grafis.
Saat ini berbagai aplikasi pengolah gambar memerlukan spesifikasi CPU yang cukup tinggi, bahkan apabila Anda seoarang 3D animator maka sudah tentu wajib menggunakan prosesor yang memiliki kemampuan di atas rata-rata.
3. RAM
RAM merupakan hardware yang sangat penting untuk menyimpan aplikasi atau data untuk aplikasi serta projek desain grafis.
4. MotherBoard
Motherboard berfungsi sebagai papan utama yang menyediakan konektivitas listrik dan media bertempatnya komponen komputer.
5. Mouse
Alat ini sangat penting dalam pembuatan sketsa karena dibutuhkan mouse yang memiliki keakuratan tinggi serta presisi.
6. Drawing Tablet
Fungsi alat ini sebagai perangkat input dengan prinsip kerja seperti menggambar pada buku gambar yang dilengkapi stylus pen sebagai pensil gambar.
7. Scanner
Alat ini digunakan untuk mengubah gambar dalam bentuk hardcopy menjadi gambar digital yang dapat ditampilkan di layar monitor komputer.
8. Printer
Jika sebelumnya adalah piranti input dan processing, printer merupakan salah satu piranti output.
Printer yang memiliki kualitas bagus akan memberikan hasil warna yang serupa dengan soft-filenya serta ketajaman yang baik.
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Software
1. Adobe Illustrator
Adobe Illustrator adalah perangkat lunak desain grafis berbasis grafik vektor. Berfungsi untuk membuat desain situs web, logo merek, permainan video, dan cetak.
2. Adobe Photoshop
Adobe Photoshop untuk mengedit foto, citra (image), dan desain grafis. Berfungsi untuk mendesain website, poster, ikon, aplikasi ponsel, dan banner. Serta membuat ilustrasi, karya seni 3D, dan lukisan.
3. Adobe InDesign
Adobe InDesign biasanya untuk membuat desain dan layout halaman. Digunakan dalam pembuatan dan publikasi dokumen media cetak dan digital. Untuk merancang poster, brosur, alat tulis, selebaran, laporan, dan majalah. Contoh eBook, PDF, dan majalah digital.
4. Corel Draw
Secara fungsi dan kegunaan, Corel Draw memiliki perbedaan kentara dengan Photoshop. Corel Draw lebih unggul pada kemudahannya dalam membuat karya visual seperti logo, poster, banner, bahkan undangan pernikahan sekali pun. Software desain grafis yang satu ini memiliki fungsi utama sebagai pembuat atau pengolah gambar dengan basis vector.
SKKNI (Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia) yang terkait dengan Profesi Desain Grafis
Menimbang :
Bahwa untuk melaksanakan ketentuan pasal 14 peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor PER.21|MEN/X/2007 tentang Tata cara penetapan standar Kompetensi Kerja Nasional lndonesia, perlu menetapkan Keputusan Menteri tentang Penetapan Rancangan standar Kompetensi kerja NasionaI lndonesia sektor Komunikasi dan Informatika sub sektor Teknologi dan Informatika Bidang Desain Grafis menjadi standar Kompetensi kerja Nasional Indonesia.
Memutuskan:
Kesatu :
Rancangan standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia sektor Komunikasi dan Informatika sub sektor Teknologi dan Informatika bidang Desain Grafis menjadi standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia, sebagaimana tercantum dalam Lampiran dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari
Keputusan Menteri ini.
Kedua :
Standar Kompetensi kerja Nasional Indonesia sebagaimana Dimaksud dalam Diktum KESATU berlaku secara nasional dan menjadi acuan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan profesi serta uji kompetensi dalam rangka sertifikasikompetensi.
Ketiga :
Standar Kompetensi kerja Nasional indonesia sebagaimanadimaksud dalam Diktum KESATU pemberlakuannyaditetapkan oleh Menteri komunikasi dan Informasi.
keempat :
Standar Kompetensi kerja Nasional Indonesia sebagaimanadimaksud dalam Diktum KETIGA ditinjau setiap lima tahun atau sesuai dengan kebutuhan.
Kelima :
Keputusan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar