KRIPTOGRAFI
Keamanan sebuah data menjadi hal terpenting untuk selalu dijaga kerahasiaannya. Karena sebuah informasi yang terbuka atau bocor tanpa ada kontrol yang jelas, dapat dimanfaatkan oleh pihak tertentu dengan tujuan yang membahayakan. Untuk itulah saat ini telah dikembangkan berbasis sistem keamanan pada jaringan komputer (cyber security). Dimana, salah satu tools yang banyak digunakan sekarang adalah kriptografi.
Untuk itulah, kali ini kita akan membahas lebih dalam mengenai penggunaan dari kriptografi dan teknik implementasinya dalam dunia cyber security. Sehingga, anda mendapatkan insight baru dan lebih memperhatikan kesehatan komputer anda dari sisi sistem keamanan data secara berkala.
Pengertian Kriptografi
Kriptografi atau sandisastra merupakan keahlian dan ilmu dari cara-cara untuk komunikasi aman pada kehadirannya di pihak ketiga. Secara umum, kriptografi ialah mengenai mengkonstruksi dan menganalisis protokol komunikasi yang dapat memblokir lawan; berbagai aspek dalam keamanan informasi seperti data rahasia, integritas data, autentikasi, dan non-repudansi merupakan pusat dari kriptografi modern. Kriptografi modern terjadi karena terdapat titik temu antara disiplin ilmu matematika, ilmu komputer, dan teknik elektro. Aplikasi dari kriptografi termasuk ATM, password komputer, dan E-commerce.
Hal Yang Mendasari Kriptografi
Hal yang mendasari Kriptografi ini yaitu bermulanya pada jaman dahulu sejarahnya kriptografi cukup terkenal pada masa kejayaan bangsa Yunani sekitar tahun 400 SM. Alat yang digunakan untuk membuat pesan tersembunyi di masa peradaban Yunani dinamakan scytale. Bentuk dari scytale sendiri adalah batangan silinder dengan terdiri atas kombinasi dari 18 huruf.
Dan di masa kepemimpinan Julius Caesar dari Kerajaan Romawi, Teknik kriptografi dijuluki Caesar cipher yaitu untuk mengirimkan pesan secara rahasia, meskipun teknik yang digunakannya sangat tidak memadai untuk ukuran sekarang. Casanova menggunakan pengetahuan tentang kriptografi untuk mengelabuhi Madame d’Urfe (dia mengatakan kepada Madame d’Urfe) bahwa ada sesosok jin yang memberi tahu kunci rahasia Madame d’Urfe kepadanya, padahal dia berhasil memecahkan kunci rahasia berdasarkan dari pengetahuannya tentang kriptografi. Sehingga dia dapat mengontrol kehidupan Madame d’Urfe. penerapan kriptografi menjadi lebih banyak dikarenakan pertimbangan dari stabilitas negara. Sehingga, berdasarkan kedua aspek tersebut, baik klasik maupun modern, cryptography mempunyai tujuan yang sama, yaitu sistem keamanan.
Proses Utama Kriptografi
Teknik yang digunakan dalam cryptography adalah metode scrambling, yaitu teknik pengubahan teks biasa menjadi teks sandi. Teknik scrambling tersebut dikenal dengan istilah enkripsi dan dekripsi. Yang mana, terdapat tiga fungsi dasar di dalam algoritma kriptografi sendiri, yaitu key, encryption, dan decryption.
Enkripsi adalah proses penyembunyian sebuah data pesan, dengan cara mengubah plaintext menjadi ciphertext. Dekripsi merupakan kebalikan dari enkripsi, yang berarti bertujuan untuk memahami pesan yang ada agar dapat dibaca oleh user dengan baik. Untuk pengertian dari kunci sendiri berarti teknik yang digunakan untuk melakukan enkripsi dan dekripsi data.
Terdapat berbagai perubahan yang terjadi disesuaikan dengan prioritas teknik yang digunakan untuk melindungi data privasi secara kontinu. Istilah yang sering digunakan adalah modern cryptography.
Komponen Kriptografi
Pada prinsipnya komponen utama kriptografi itu ada 4 yaitu:
- Plaintext adalah pesan yang bisa dibaca.
- Ciphertext adalah pesan acak yang tidak bisa dibaca.
- Key adalah kunci untuk melakukan teknik kriptografi.
- Algorithm adalah metode yang digunakan untuk melakukan enkripsi dan dekripsi.
Kemudian mempunyai 2 proses yaitu Enkripsi (Encryption) dan Dekripsi (Decryption). Selain 4 komponen utama terdapat 7 komponen dari kriptografi. Berikut ini adalah 7 komponen kriptografi:
- Pesan, Plaintext, Ciphertext. Pesan adalah data atau informasi yang bisa dibaca dan dimengerti. Nama lain pesan yaitu plaintext. Pesan bisa berupa data atau informasi yang dikirim atau disimpan pada media penyimpanan. Pesan yang tersimpan dapat berupa teks, image, audio maupun video. Supaya pesan tidak bisa dimengerti oleh pihak yang tidak berkepentingan, maka pesan tersebut juga disediakan dalam bentuk lain yang tidak bisa dipahami (bersandi) yang disebut sebagai ciphertext.
- Pengirim dan Penerima (Sender & Receiver). Dalam komunikasi data itu melibatkan pertukaran pesan antara 2 entitas yaitu pengirim dan penerima. Pengirim adalah entitas yang mengirim pesan kepada entitas lain. Penerima adalah entitas yang menerima pesan. Yang dimaksud entitas di sini itu bisa berupa orang, mesin, komputer, kartu kredit dan lain-lain.
- Enkripsi dan Dekripsi. Proses penyandian plaintext (pesan asli) menjadi ciphertext (pesan tersandi) disebut degnan encryption (enkripsi). Sedangkan proses mengembalikan ciphertexte (pesan tersandi) menjadi plaintext (pesan asli) disebut dengan decryption (dekripsi).
- Cipher dan kunci. Algoritma kriptografi itu disebut sebagai cipher. Cipher adalah aturan enchipering dan dechipering atau fungsi matematika yang digunakan untuk melakukan enkripsi dan dekripsi. Yang menjadi tolak ukur kemampuan algoritma kriptografi yaitu seberapa banyaknya kerja yang dibutuhkan untuk dapat memecahkan ciphertext menjadi plaintext tanpa harus mengetahui key yang digunakan. Key (kunci) adalah parameter yang digunakan untuk melakukan transformasi enciphering dan deciphering. Biasanya enkripsi dapat berupa string ataupun deretan bilangan.
- Sistem kriptografi. Kriptografi membentuk sebuah sistem yang disebut sebagai sistem kriptografi. Sistem kriptografi terdiri atas algoritma kriptografi, semua plaintext dan ciphertext dan juga kunci.
- Penyadap atau eavesdropper. Penyadap adalah orang yang berusaha mencoba menangkap pesan selama pesan tersebut ditransmisikan. Tujuan dari penyadap yaitu untuk memperoleh data atau informasi sebanyak-banyaknya tentang sistem kriptografi yang digunakan untuk berkomunikasi dengan maksud memecahkan ciphertext. Nama lain dari penyadap yaitu adversary, enemy, bad guy, interceptor dan intruder.
- Kriptanalisis. Kriptanalisis atau cryptanalysis adalah ilmu atau seni untuk memecahkan ciphertext menjadi plaintext tanpa harus mengetahui kunci yang digunakan. Pelaku kriptanalisis disebut sebagai kriptanalis.
Berikut adalah ilustrasi 4 komponen dan 2 proses yang digunakan dalam teknik kriptografi.
Enkripsi (Encryption) adalah sebuah proses menjadikan pesan yang dapat dibaca (plaintext) menjadi pesan acak yang tidak dapat dibaca (ciphertext). Berikut adalah contoh enkripsi yang digunakan oleh Julius Caesar, yaitu dengan mengganti masing-masing huruf dengan 3 huruf selanjutnya (disebut juga Additive/Substitution Cipher).
Plaintext Ciphertext
Rumah xasgn
Motor ⇨ suzux
Kompor qusvux
DekripsiDekripsi merupakan proses kebalikan dari enkripsi dimana proses ini akan mengubah ciphertext menjadi plaintext dengan menggunakan algortima ‘pembalik’ dan key yang sama. Contoh:
Ciphertext Plaintext
xasgn Rumah
suzux ⇨ Motor
qusvux Kompor
Contoh Kriptografi
Aspek Keamanan Kriptografi
4 aspek keamanan kriptografi yang menjadi tujuan kriptografi adalah sebagai berikut:
- Kerahasiaan atau confidentiality adalah menjaga dan menjamin bahwa data-data tersebut tidak dapat dibaca oleh pihak-pihak yang tidak berhak dan hanya dapat diakses oleh pihak-pihak tertentu. Tujuan dari kerahasiaan yaitu untuk melindungi sebuah informasi dari semua pihak yang tidak mempunyai hak atas informasi tersebut
- Otentikasi atau authentication adalah identifikasi atau pengenalan, baik itu secara kesatuan sistem maupun informasi itu sendiri oleh masing-masing pihak yang saling berkomunikasi. Maksudnya beberapa pihak yang saling berkomunikasi harus mengidentifikasi satu sama lain. Informasi yang diterima suatu pihak dari pihak lain harus diidentifikasi untuk memastikan keaslian informasi yang diterima.
- Integritas atau integrity adalah menjamin setiap pesan yang dikirim itu sampai pada penerimanya tanpa ada bagian pesan yang diganti, diubah urutannya, diduplikasi, ditambahkan dan dirusak. Tujuan dari integritas adalah untuk mencegah terjadinya perubahan informasi oleh pihak-pihak yang tidak mempunyai hak atas informasi tersebut. Untuk dapat menjamin integritas data, maka pengguna harus memiliki kemampuan mendeteksi terjadinya manipulasi data oleh pihak-pihak yang tidak berhak. Manipulasi data yang dimaksud yaitu penggantian, penyisipan maupun penghapusan data.
- Nirpenyangkalan atau non repudiation adalah mencegah pengirim maupun penerima menyangkal atau mengingkari bahwa mereka telah mengirim dan menerima sebuah pesan. Apabila ada sebuah pesan yang dikirim, penerima bisa membuktikan kalau pesan tersebut memang dikirim oleh pengirim yang tertera. Begitu pula sebaliknya, apabila sebuah pesan diterima, maka pengirim juga bisa membuktikan kalau pesannya sudah diterima oleh pihak yang dituju.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar