Senin, 18 Januari 2021

FILM DIGITAL

 FILM DIGITAL

Produksi Film Digital

1. Development

Pada tahap ini yang dilakukan adalah pengembangan ide, menentukan jenis cerita, genre dan format, penulisan skenario. Ide bisa datang darimana saja misalnya; dari novel, kisah nyata, dan lain-lain. Ada istilah triangle system yaitu produser, sutradara dan penulis naskah.

Setelah mendapatkan ide mereka akan bekerjasama untuk membuat premis, sinopsis, treatment kemudian skenario. Selanjutnya produser dan sutradara menyiapkan treatment untuk menyampaikannya kepada investor. Jika berhasil, film ini akan menerima dana untuk proses produksi.


2. Pra Produksi

Dalam tahap produksi film ini, setiap langkah yang diambil harus berhati-hati dalam merancang dan merecanakannya. Karena pada tahap ini sangat menentukan tahap selanjutnya. Ada yang berpendapat bahwa pada tahap ini semua konsep yang perlu diperdebatkan silahkan diperdebatkan daripada sudah sampai ketahap produksi baru berdebat dan itu sangat memakan waktu, tenaga dan pikiran.

Perencaan pada tahap ini antara lain; perencanaan biaya, penjadwalan, analisis naskah yang dibagai menjadi (analisis karakter, analisis wardrobe, analisis setting dan property), master breakdown, hunting yang dibagi menjadi (hunting lokasi dan penetapan lokasi, hunting properti dan wardrobe, casting, perekrutan kru dan penyewaan peralatan), dan yang paling terakhir adalah desain produksi.


3. Produksi

Tahap ini adalah tahap dimana semua materi yang direncanakan pada dua tahap sebelumnya yang masih mentah untuk direkam baik gambar maupun suara. Jika perencanaannya matang akan memudahkan untuk menghasilkan produksi yang bagus. Namun, seringkali apa yang direncanakan dan di lapangan ada perubahan. Perlu kemampuan untuk mengambil keputusan yang baik dan tidak mudah panika jika adanya perubahan-perubahan yang mendadak.


4. Pasca Produksi

Pada tahap ini hasil rekaman akan dilakukan editing, penataan suara, penambahan efek, scoring music, dan colour grading. Untuk di tahap ini, bukan cuma seorang editor saja yang berperan untuk menentukan potongan-potongan gambar. Tetapi, sutradara dan produser juga perlu menjaga keutuhan cerita.


5. Distribusi

Ini adalah tahap produksi film paling akhir, dimana film akan disalurkan untuk penonton. Ada beberapa penyaluran film antara lain: bioskop, pemutaran alternatif, festival dan media seperti DVD. Pemilihan distribusi ini perlu dipertimbangkan dengan baik, bahkan kalau bisa sebelum filmnya diproduksi. Agar filmnya bisa tepat sasaran (penonton).

Proses Produksi Film

Proses produksi sebuah program dalam televisi secara umum terbagi menjadi 3 bagian, yaitu Pra-produksi, Produksi, dan Post-Production. Secara umum 3 tahapan itu terjadi secara berurutan, dengan berbagai tahapan yang ada di masing-masing dari ketiganya. Kecuali di dalam sebuah program berita, yang mana harus terlebih dahulu mencari peristiwa baru kemudian membuat script. Tidak seperti program-program lainnya (terutama program hiburan) dimana tim kreatif sudah menyediakan script sebelum proses produksi berlangsung, yang mana script itu akan diberikan kepada talent yang beraksi di depan kamera.

Pra-produksi adalah proses yang dilakukan sebelum memulai produksi suatu program. Dalam industri televisi, pra-produksi meliputi pencarian bahan dan materi yang akan dibahas dalam sebuah program, pembuatan script oleh tim kreatif, casting talent untuk mengisi acara, mempersiapkan alat-alat yang diperlukan, persiapan kostum, properti, dan lain sebagainya.

Setelah selesai semua persiapan di pra-produksi, saatnya masuk ke tahap selanjutnya. Proses produksi, dimana didalamnya akan dimulai taking adegan. Script yang menjadi acuan bagi sang talent untuk beraksi di depan kamera, tentu boleh dikembangkan sesuka hati talent itu sendiri, asalkan masih ada di dalam naungan produser acara itu. Produser mengontrol semua yang diperlukan, dari kamera, jenis shoot, waktu kamera untuk stand-by, dan apa-apa saja yang akan dibicarakan oleh sang talent di depan kamera, tentu saja dengan bantuan crew-crew lainnya.

Kemudian hasil taking acara tersebut masuk ke tahap post-production. Dalam tahap ini mulai dilakukan editing video, sekaligus melihat kekurang kekurangan yang terjadi selama proses take. Produser menjadi penanggung jawab utama untuk baik tidaknya hasil pengambilan gambar tadi. Di tahap ini juga diadakan sound mixing, music engineering, penambahan beberapa animasi oleh tim visual. Setelah semua sudah selesai, sang produser memastikan kelengkapan hasil produksi sesuai konsep dari program yang dia pegang itu. Hasil itu kemudian diberikan ke Excecutive Producer, yang kemudian diserahkan pada CEO. Barulah kemudian program tersebut disiarkan, untuk ditonton secara gratis oleh masyarakat luas.


Distribusi dan Pertunjukkan Film Digital

Karakter Film
Film memiliki tantangan tersendiri untuk mendapatkan ruang pemutaran. Ada beberapa hal yang membuat film tidak terlalu familiar untuk menjadi pilihan tontonan, seperti:
  • Durasi: Tentu saja, perbedaan paling mendasar dari film pendek dengan film panjang adalah durasinya. Tidak semua penonton nyaman menonton film dengan durasi pendek. Disebabkan terbiasa menonton film berdurasi panjang di sebuah ruang putar dengan teknologi canggih, ruangan dingin dan kedap suara, kursi empuk, bahkan pesanan makanan bisa diantar.
  • Promosi: Perlu diperhatikan bahwa promosi adalah salah satu tahapan penting untuk bisa memasarkan film. Promosi film ini bisa memerlukan dana yang besar demi teraihnya pasar penonton yang dituju. Namun, dalam pembuatan film pendek kebanyakan belum memiliki alokasi dana yang cukup untuk kebutuhan promosi. Sehingga, film-film pendek ini hanya diketahui oleh  komunitas film atau para penggemar film pendek saja.
  • Ruang Pemutaran: Ruang pemutaran yang paling mudah diakses dan paling terkenal adalah bioskop-bioskop komersil yang kebanyakan ada di dalam mall. Namun, bioskop-bioskop tersebut memiliki batas minimal durasi film yang akan diputar. Sehingga, film pendek tidak memiliki peluang untuk bisa memutarkan filmnya di bioskop komersil, kecuali film-film pendek tersebut adalah bentuk kompilasi atau dalam ajang festival film.
  • Tema Cerita: Mempertimbangkan durasinya yang singkat, maka film pendek memerlukan ciri khas atau kekuatan lain daripada film panjang. Salah satu hal yang paling sering ditemukan adalah tema cerita yang unik. Tema film pendek biasanya akan kuat dalam isu atau konteks yang akan diceritakan.

Distribusi Film
Adapun cara untuk mendistribusikan film digital:
  • Submit ke Festival Film: Salah satu wadah yang paling bisa dijadikan adalan adalah mencoba submit ke beberapa festival film. Selain memastikan secara administratif proses pendaftaran sudah benar, ada hal lain yang perlu diperhatikan. Untuk men-submit film juga harus mengetahui karakter festival film tersebut, apakah film yang akan didaftarkan sesuai atau cocok tema festival. 
  • Menawarkan ke Bioskop Alternatif: Sudah ada beberapa bioskop alternatif, baik yang memiliki jadwal reguler atau belum. Tapi, biasanya bioskop alternatif dalam membuat program pemutaran cenderung tematik. Maka, siapa tahu jika film yang dimiliki sesuai dengan kebutuhan penyelanggara tersebut.
  • Platform Online: Perlu diketahui semakin banyak platform online yang bisa jadi alternatif mendistribusikan film pendekmu. Cara distribusi film pendek satu ini perlu dipertimbangkan karena semakin banyak pengguna atau penonton film cenderung lebih mudah mengakses melalui media online.

Perbedaan Perfilman di Era Sebelum Digital dan Sesudah Digital


Sebelum ditemukannya kamera digital, para filmmaker menggunakan kamera seluloid sebagai medium untuk memvisualisasikan skenarionya. Kamera film (begitu tipe kamera ini banyak disebut) merupakan kamera yang menggunakan bahan dasar (pita) seluloid berukuran 8mm, 16mm, 35mm, dan 70mm yang disesuaikan dengan tipe kamera itu sendiri. Kebanyakan filmmaker menggunakan kamera 35mm karena ukuran tersebut menghasilkan gambar yang pas untuk konsumsi layar lebar. Sayangnya, kamera film dibanderol mahal, harga sewanya pun sangat tinggi. Hal tersebut kerap membatasi parafilmmaker dengan bujet yang minim untuk memproduksi film.

Kemunculan kamera digital di akhir tahun 1980-an yang digagas oleh Sony lewat perlengkapan kamera Sony HDVS-nya (awalnya ditujukan untuk keperluan broadcasttelevisi) membuat filmmaker mempunyai pilihan untuk mengambil gambar dengan biaya yang lebih murah. Meski begitu, para pembuat film lebih banyak setia dengan kamera film karena gambar yang dihasilkan jauh lebih baik. Seiring perkembangan zaman, teknologi digital semakin maju dan kini kualitas kamera digital bahkan dapat menyamai kamera film seluloid. Hal ini berimbas dengan banyaknya filmmaker dunia yang memilih untuk menggunakan kamera digital dibandingkan seluloid, tak terkecuali Hollywood.

Penggunaan kamera digital dalam industri film Hollywood dipelopori oleh George Lucas yang mengembangkan kamera Sony HDW-F900 yang digunakan pada Once Upon Time in Mexico (2001). Film garapan Robert Rodriguez tersebut dikenal sebagai film pertama yang seluruh gambarnya diambil dengan kamera digital berformat 24 fps. Satu tahun kemudian, Lucas menggunakan kamera yang sama untuk filmnya, Star Wars Episode II: Attack of the Clones. Tahun 2009 bisa dikatakan sebagai momen penting bagi perkembangan kamera digital di industri film dunia. Pada tahun tersebut, Slumdog Millionaire menjadi film pertama berformat digital yang mendapatkan penghargaan Best Cinematography di ajang bergengsi Academy Awards, disusul oleh dirilisnya Avatar yang hingga saat ini menjadi film berpendapatan tertinggi sepanjang sejarah.

Kesuksesan film-film digital tersebut berimbas para sistem sinema di dunia. Banyak bioskop yang akhirnya menggunakan proyektor digital dan meninggalkan proyektor film konvensional. Proyektor digital yang dikenal dengan nama DLP (Digital Light Processing) sanggup menayangkan film digital dengan resolusi 2K (2048×1080 atau 2,2 megapixels) dan 4K (4096×21960 atau 8.8 megapixels). Sistem pendistribusian film pun tidak lagi memakai reel seluloid, namun menggunakan file digital DCP (Digital Cinema Package) berbentuk hard-drive yang nantinya dikopi ke dalam server internal bioskop yang akan menayangkan filmnya.

Tahun 2002, major studios Hollywood membentuk suatu organisasi bernama Digital Cinema Initiative (DCI). Organisasi ini diciptakan untuk menentukan standar arsitektur untuk bioskop digital agar tercapai model yang seragam secara global, berkualitas tinggi dan tangguh. Dengan mengacu pada standar Society of Motion Picture and Television Engineers (SMPTE) maupun International Organization for Standardization (ISO) maka ditentukan standar atau format tertentu yang harus diaplikasikan untuk menyiapkan master materi film, sistem distribusinya, sampai ke urusan perlindungan isi film (content), pengacakan (encryption), dan penandaan khusus untuk menghindari pembajakan (forensic marking). 

Semua teknologi bioskop digital yang memenuhi persyaratan mereka disebut DCI Compliance (sesuai dengan DCI). Perbedaan dasar antara sinema analog dengan digital adalah cara pengemasannya (packaging), distribusi, dan penayangannya.

Berkembangnya teknologi digital akhirnya membuat produksi seluloid berkurang drastis. Banyak perusahaan yang akhirnya gulung tikar akibat perkembangan pesat tersebut. Salah satu yang paling terkenal adalah Kodak (meski saat ini sudah dinyatakan tidak bangkrut). Mau tidak mau, para filmmaker dan penonton harus siap menerima fakta bahwa saat ini era digital telah memegang peranan penting dalam industri film dunia.


Alir Proses Produksi Film Digital


  • Pra-produksi
Merupakan kegiatan tahap perencanaan produksi film yang akan diproduksi. Kompleksitas sebuah kegiatan perencanaan ini bergantung pada besar atau kecilnya film yang akan diproduksi. Di tahap ini, perekrutan awak produksi fim sudah terpilih; kru film sudah menentukan jenis film yang akan dibuat; serta naskah cerita yang akan dipakai, sudah matang dan tidak lagi mengalami perubahan. Selain itu rancangan anggaran juga sudah diselesaikan dan departemen kru yang bersangkutan mulai untuk mencari dana demi pembuatan film. 

Para pemeran dan pelaku dalam film telah dipilih melalui proses seleksi (casting). Setiap departemen dari tim pembuat film mulai melakukan preparasi sesuai dengan kewajiban timnya masing-masing. Para pemeran sudah dapat berkumpul untuk melakukan bedah naskah dengan penulis skenario dan sutradara. Departemen sinematografi membuat daftar teknis pengambilan adegan per adegan (shotlist) dan sudah dapat menyusun jadwal syuting (breakdown dan rundown). Di tahap ini pula dilakukan pencarian lokasi yang sekiranya sesuai dengan plot naskah yang telah dibuat. Saat melaksanakan pencarian lokasi, umumnya beberapa pemeran (aktor dan aktris) juga turut diboyong untuk melakukan latihan akting di lokasi syuting bersangkutan.

  • Produksi
Setelah semua kegiatan pra-produksi serta kegiatan lain yang berkaitan dengan preparasi selesai dilaksanakan, maka tahap selanjutnya adalah melaksanakan pengambilan gambar adegan (take shot) atau yang lebih dikenal kaum awam dengan sebutan „syuting‟. 

Proses syuting dilaksanakan sesuai dengan jadwal syuting yang telah dibuat. Jadwal syuting secara garis besar pada umumnya tercantum pada breakdown dan detail jadwal setiap harinya dicantumkan ke dalam rundown. Seluruh kru film dan para pemeran sebisa mungkin harus bekerja sesuai dengan jadwal yang sudah direncanakan agar proses pembuatan film selesai tepat waktu. Apabila melewati batas waktu yang telah dibuat dalam jadwal, maka diperlukan waktu tambahan dan tentunya hal tersebut akan mempengaruhi rancangan anggaran produksi. Seperti yang telah disampaikan dalam bab sebelumnya, pembuatan film sifatnya kolaboratif, karena kegiatan ini melibatkan sejumlah kegiatan dengan didukung oleh latar belakang keahlian yang berbeda-beda. 

Dari seluruh pihak yang terlibat dalam pembuatan film, termasuk aktor dan aktris, harus dapat bersinergi dan saling mendukung, agar setiap aspek pekerjaan terlihat sempurna untuk menghasilkan film berkualitas.

  • Post-produksi
Setelah proses produksi rampung, maka kegiatan selanjutnya dalam pembuatan film adalah post-produksi. Dalam tahap ini, hasil perekaman gambar diolah dan digabungkan dengan hasil rekaman suara. Penggabungan tersebut disesuaikan dengan naskah sehingga dapat menjadi satu kesatuan karya audio-visual yang mampu bercerita kepada para penikmat film. Aspek terpenting dalam kegiatan post-produksi adalah:

a. Editing Offline
Merupakan tahapan penyuntingan kasar, di mana setiap adegan sudah disusun sesuai dengan urutan pada naskah. Pada proses editing offline ini, hanya dilakukan penyuntingan adegan per adegan, tanpa
memasukkan efek suara dan efek audio lain seperti musik latar (music scoring). Tahap editing offline ini berakhir ketika susunan adegan dalam film telah sesuai dengan plot cerita dan sudah disetujui oleh
sutradara dan pihak produser. Tahapan tersebut diistilahkan dengan picture locked.

b. Editing Online
Setelah melalui tahap picture locked, maka langkah selanjutnya adalah mengerjakan tahap editing online. Pada kegiatan editing online ini, susunan adegan yang sudah „dikunci‟ ditambahkan efek suara,
music scoring (musik latar), serta efek visual lain seperti coloring, animation, serta special effect. Proses editing tidak lagi mengacu pada naskah. 

Proses edit coloring pada setiap scene dilakukan sama seperti halnya melakukan penyuntingan pewarnaan dalam sebuah foto. Tone warna di film dapat disunting untuk membantu membangun keindahan visual, seperti membuat tone menjadi hitam-putih, sephia, menaikkan atau menurunkan kontras kualitas gambar, dan lain-lain. Selain untuk  tujuan estetika, pewarnaan ini juga bertujuan semakin membangun suasana sesuai dengan plot cerita, sehingga pesan yang ingin disampaikan kepada penonton juga dapat tersampaikan. 

Kegiatan editing online dilakukan terpisah antara penambahan efek audio dan penambahan efek visual. Setelah proses keduanya selesai, langkah terakhir adalah melakukan proses mixing, dimana hasil suntingan audio dan suntingan visual digabungkan. Jika semua sudah tergabung menjadi satu, maka film sudah selesai diproduksi dan siap untuk dilempar ke pasaran. 



sumber:


Senin, 11 Januari 2021

STARTUP, TRENDING BISNIS

STARTUP POPULAR, SUKSES SERTA PELUANG DAN TEKNOLOGI USAHA


Startup Populer yang Sukses mengikat banyak Pelanggan

Perusahaan yang disebut sebagai startup itu adalah perusahaan yang diprediksikan akan menjadi sebuah perusahaan teknologi besar di Silicon Valley.

Menurut wikipedia , startup adalah sebuah usaha kewiraswastaan yang biasanya merupakan bisnis baru yang tumbuh dengan cepat dan berkembang pesat yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pasar dengan mengembangkan model bisnis yang layak seputar produk, layanan, proses, ataupun platform yang inovatif.

Startup biasanya merupakan perusahaan yang dirancang untuk secara efektif mengembangkan dan memvalidasi model bisnis yang skalabel. Inti dari startups sendiri umumnya terkait dengan konsep ambisi, inovasi, skalabilitas, dan pertumbuhan.

Biasanya, startup menawarkan produk/jasa yang saat ini belum ditawarkan atau belum terlalu dikenal di pasaran. Di awal pembentukan sebuah startup, biasanya biaya pengeluaran lebih besar daripada pemasukan. Kebanyakan perusahaan startup biasanya disponsori oleh orang lain, perusahaan lain, atau uang pinjaman bank.

Satu hal yang dapat disebut sebagai atribut paling penting dalam sebuah startup adalah kemampuannya untuk bertumbuh. Paul Graham, seorang venture capitalist dan startup accelerator, menjelaskan bahwa fokus sebuah startup adalah pertumbuhan bisnis .

Menurut Paul Graham, startup adalah sebuah perusahaan yang didesain untuk bisa diukur dengan cepat. Fokus dengan pertumbuhan, sebuah startup diharapkan dapat bertumbuh tanpa mempedulikan lokasi geografis. Ini jugalah yang membedakan startup dengan usaha kecil.

Muncul dan menjamurnya startup ini sangat didukung oleh teknologi yang berkembang pesat di zaman sekarang. Hingga saat ini sudah ada beberapa startup Indonesia yang sukses mengembangkan sayap bisnisnya lebar-lebar hingga ke dunia internasional.

GO-JEK

The Journey of a Gojek Jacket. How a team of four engineers came up… | by  Abhinav Rai | Gojek Product + Tech
Kemajuan teknologi informasi sudah berhasil menyentuh dunia bisnis terutama terhadap bisnis secara online. Transportasi online merupakan Starup yang sedang naik daun dan menjadi alternatif baru bagi masyarakat karena efektif dan efisien dalam mengantisipasi kemacetan. Salah satu Starup bidang transportasi online yang berhasil menyandang gelar “Unicorn” adalah Gojek. Gojek merupakan startup pertama di bidang penyedia jasa transportasi online Indonesia yang berkembang pesat setelah meluncurkan aplikasinya pada awal tahun 2015 dan berhasil memantapkan diri sebagai startup pertama asal Indonesia yang mendapat gelar Unicorn pada tangal 4 Agustus 2016 lalu .Sebelum melangkah lebih jauh, mari kita mengenal apa itu istilah “Unicorn” di bidang starup. Gelar Unicorn merupakan gelar yang dapat diraih apabila suatu startup sudah mencapai nilai valuasi tertentu.

TRAVELOKA

7 Startup Indonesia yang Sukses di Dunia Bisnis Internasional

Untuk orang-orang yang sering bepergian, baik untuk urusan bisnis maupun berlibur, rasanya slogan “Traveloka dulu” sudah tidak asing lagi. Ya, slogan tersebut sukses membuat Traveloka, startup Indonesia yang didirikan Ferry Unardi (CEO), Derianto Kusuma (CTO), dan Albert Zhang (Head of Design) ini, menjadi pilihan utama dalam memesan tiket transportasi pesawat, kereta api, hingga akomodasi seperti hotel dan penginapan lainnya.

Didirikan pada 2012, startup Indonesia ini awalnya melayani pencarian perbandingan harga tiket pesawat dari berbagai situs, hingga pada pertengahan 2013 startup Indonesia ini merambah pelayanan pemesanan tiket pesawat secara mandiri. Setahun kemudian di pertengahan 2014 Traveloka memasuki bisnis pemesanan kamar hotel dan membuat aplikasi yang gratis diunduh di Play Store untuk device berbasis Android dan App Store untuk iOS. Startup Indonesia ini berhasil memperoleh pendanaan dari perusahaan asing ternama seperti East Venture, Expedia, dan beberapa investor lain. Total investasi yang diterimanya hingga kini senilai US$500 juta atau Rp6,75 triliun. Layanan Traveloka kini tidak hanya dapat dinikmati di Indonesia, tapi juga negara-negara Asia Tenggara lain seperti Malaysia, Thailand, Filipina, Vietnam, dan Singapura.

TOKOPEDIA

Tokopedia Umumkan Pendanaan Baru 1,1 Miliar USD

Tokopedia pertama kali didirikan oleh dua sekawan, William Tanuwijaya sebagai CEO dan Leontinus Alpha Edison sebagai CTO dan COO pada 6 Februari 2009. Pada 17 Agustus 2009, situs Tokopedia(dot)com resmi meluncur.

Seiring berjalannya waktu, suntikan dana dari Alibaba pada 2017 lalu membawa Tokopedia menjadi startup unicorn. Butuh waktu delapan tahun bagi Tokopedia untuk mencapai status tersebut.

Jumlah pengguna aktif bulanan Tokopedia sudah mencapai 90 juta per Agustus 2019. Sementara untuk jumlah penjual di Tokopedia kini ada 6,4 juta merchant. Nilai valuasi Tokopedia diprediksi mencapai 7 miliar dolar AS atau sekitar Rp 97 juta.

BUKALAPAK

Status Unicorn Tak Jadi Jaminan, Bukalapak Akhirnya Pangkas Karyawan

Bukalapak merupakan salah satu startup e-commerce di Indonesia yang mendapatkan gelar unicorn. Startup ini didirikan oleh Achmad Zaky bersama dua orang temannya, Nugroho Herucahyono dan Fajrin Rasyid, pada tahun 2010.

Kala itu, mereka membaca peluang yang berpotensi untuk mengembangkan situs web toko online yang kini dikenal dengan e-commerce. Kejeliannya itu akhirnya membuahkan hasil dengan Bukalapak menjelma menjadi salah satu startup dengan gelar unicorn pada tahun 2018.

Hingga usianya yang ke-10 tahun ini, jumlah pengguna aktifnya sudah mencapai lebih dari 70 juta dan kunjungan aplikasi Bukalapak mencapai 42 juta kali per bulan. Nilai valuasi Bukalapak diduga sudah mencapai 2,5 miliar dolar AS atau Rp 34 triliun.

OVO

Strategi OVO Menjadi Unicorn Kelima di Indonesia

Startup di bidang e-wallet, OVO, resmi menyandang status unicorn pada tahun 2019 lalu. OVO sendiri disebutkan sebagai aplikasi pembayaran seluler yang dibuat oleh LippoX pada 2017.

Kabar status unicorn OVO pertama kali muncul dari data perusahaan penyedia platform analisis dan machine intelligence, CB Insights, yang punya daftar kumpulan startup yang sudah meraih gelar unicorn.

Dalam daftar tersebut, ada nama startup OVO. Ada tiga investor yang telah bergabung dengan OVO, yakni Grab, Tokopedia, dan Tokyo Century Corporation. Valuasi OVO disebut telah mencapai 2,9 miliar dolar AS atau setara dengan Rp 40 triliun per Oktober 2019.

JD.id

Dikabarkan akan Dapat Dana dari Go-Jek, JD.ID Nyusul Jadi Unicorn

JD.id menjadi startup Indonesia keenam yang bergelar status unicorn. Valuasi startup e-commerce itu dikabarkan telah melampaui 1 miliar dolar AS.

Kabar JD.id telah bergelar unicorn datang dari laporan DailySocial. Manajemen JD.id pun membenarkan kepada kumparan, bahwa valuasi perusahaan mereka telah mencapai 1 miliar dolar AS sejak tahun 2019 lalu.

Namun, JD.id tidak menyebut rincian valuasi perusahaan saat ini. Diketahui, status unicorn JD.id didapatkan setelah menggelar joint venture dengan beberapa perusahaan lain, termasuk Gojek.

JD.id pertama kali mulai beroperasi di Indonesia pada November 2015. Berdasarkan data CrunchBase, saat ini bisnis JD.id berkembang sangat pesat. Jumlah produk yang menawarkan pertumbuhan cepat kurang dari 10 ribu pada tahun 2015, menjadi sekitar 100 ribu pada akhir 2016.

JD.id juga menyediakan layanan pengiriman yang mencapai 365 kota di seluruh Indonesia dengan ribuan armada yang siap mengirimkan langsung ke pelanggan mereka.

Trending topic yang berkembang saat ini sebagai peluang usaha, Teknologi dan Manfaatnya

1. Bisnis Toko Online Shop

Bisnis Online : Antara Marketplace Vs Online Shop - SEO Anak Sholeh


Bisnis toko online juga termasuk usaha yang menjanjikan dengan modal kecil, berangkat dari mendaftar dan membuka toko online yang gratis.

Anda dapat menjual apapun di sana, jangkauan pasar pun sangat luas. Saat ini sudah banyak cerita sukses dengan adanya online shop.

Barang-barang dari hobi bisa dijual, bahkan barang yang didapat dari pasar tradisional seperti pernak pernik atu sandal sepatu bisa dijul di online shop dengan harga yang lebih tinggi, ongkos kirim juga ditanggung pembeli.

Manfaat bisnis online:
  • Tidak Terbatas Ruang dan Waktu.
  • Biaya Pemasaran Lebih Murah.
  • Kemudahan Memilih Target Pasar.
  • Organisasi Lebih Mudah dan Sederhana.
  • Kemudahan Mengelola Barang.
  • Pelayanan Lebih Fokus.
  • Riset Pasar Lebih Mudah.
  • Membangun Hubungan Yang Lebih Efektif.

2. Kursus Online

Tipe: Bisnis: Rumahan
Jenis Bisnis: Online
Modal: Kecil

Memulai bisnis kursus online tentu sebuah pilihan tepat. 

Membangun sebuah kursus reguler membutuhkan tempat khusus dan berbagai keperluan lainnya. Persiapannya banyak dan persaingan usahanya pun masih cukup sengit. 

Kursus online berbeda. Selain Anda bisa memulai bisnis tersebut dari rumah, jenis keahlian yang bisa ditawarkan pun beragam. Kursus yang umum ditemui tentu terkait dengan bahasa asing maupun mata pelajaran sekolah lainnya. Sebenarnya tidak hanya itu. 
Peluang Usaha Kursus di Amimonozone
Peluang Usaha Kursus di Amimonozone
Contohnya, Amimono. Website tersebut menawarkan kursus merajut online. Berbagai skil merajut mulai dari knitting, crochet hingga yubiami bisa didapatkan ketika mengikuti kelas yang ditawarkan. 


3.  Usaha Rental Mobil

Tipe: Bisnis: Reguler
Jenis Bisnis: Offline/Online
Modal: Menengah – Besar

Bisnis sewa mobil mungkin sudah banyak  ditemui. Modal awal yang dibutuhkan pun tidak sedikit. Jadi, mungkin tidak begitu tertarik mencobanya. 

Namun, Anda bisa mengambil inspirasi dari Aldi Febian Mahabian, seorang pengusaha rental mobil. Cerita pebisnis ini menunjukkan bahwa untuk memulai bisnis, kreativitas merupakan faktor kunci, tidak melulu modal. 

Saat itu sebagai sopir mobil rental, ia menemukan peluang usaha bahwa masyarakat menginginkan seorang sopir yang berpenampilan baik dan berwawasan luas. Menggunakan Twitter, ia mulai mempromosikan “jasa sewa driver good looking”.

Lambat laun, kliennya semakin banyak. Dengan sistem bagi hasil, bisnisnya semakin berkembang. Penghasilan yang ia terima tiap bulan pun bisa mencapai hingga Rp78 juta.
Halaman Depan Driveid
Halaman Depan Driveid
Bisnis rental mobil ini terbukti tidak hanya bisa dilakukan offline saja, namun bisa secara online seperti yang ditunjukkan oleh drive.id.

4.  Wedding Organizer

Tipe: Bisnis: Reguler/Rumahan
Jenis Bisnis: Offline/Online
Modal: Kecil – Menengah

Setiap pasangan calon pengantin ingin momen spesialnya berlangsung sempurna. Oleh karena itu, seorang wedding organizer selalu dibutuhkan untuk mengatur rangkaian acara.

Dari sisi bisnis, ini tentu peluang usaha yang baik. 

Jangan dulu beranggapan bahwa bisnis ini sudah tidak prospek seiring bertambahnya jumlah wedding organizer. Faktanya, nilai industri dari bisnis pernikahan di tahun ini saja mencapai Rp500 triliun.

Sekali lagi, kreativitas Anda dalam mengenali pasar menjadi kunci. Inilah yang dicontohkan oleh Fitri Aulia Abdullah yang menawarkan jasa wedding organizer dengan konsep syar’i.

Peluang Usaha Wedding Organizer Syari
Peluang Usaha Wedding Organizer Syari
Apakah modal yang dibutuhkan sangat besar? Tidak juga. Fitri mengaku memulai bisnis tersebut tanpa modal. Seorang wedding organizer lain bernama Yupitirani menggunakan modal Rp3 juta untuk memulai bisnis ini. 

5. Kerajinan Tangan

Tipe: Bisnis: Reguler/Rumahan
Jenis Bisnis: Offline/Online
Modal: Kecil – Menengah

Keterampilan dalam mengolah suatu bahan menjadi kerajinan tangan bisa menjadi bisnis yang menjanjikan. 

Anda pun tak harus memulainya dengan modal besar. Dengan beberapa ratus ribu saja, Anda sudah bisa memulainya. Yang paling penting, ketekunan dan kejelian melihat peluang usaha. 

Begitulah pesan yang bisa diambil dari I Nyoman Gede Sumaartha, seorang pengusaha kerajinan tangan asal Bali. Mengawali usaha dari menjual produk orang lain, ia merasa mutu bahan dari supplier-nya kurang berkualitas. Maka, ia berinisiatif untuk menciptakan produknya sendiri demi menjamin kepuasan pelanggannya. 

Produk ciptaannya terbukti sangat disukai bahkan diekspor hingga ke luar negeri. Berapa omzet bisnisnya per bulan? Mencapai Rp700 juta. 
Peluang Usaha Kerajinan Tangan
Peluang Usaha Kerajinan Tangan

Anda juga bisa belajar dari kesuksesan Yanis Gallery asal Yogyakarta yang merambah pasar ekspor dengan menggunakan website sebagai media promosi. Berbagai penghargaan pun diraih berkat ketekunan mereka di bisnis tersebut. 




sumber:

IMPLEMENTASI KOMPUTASI | KOMPUTASI MODERN

 IMPLEMENTASI KOMPUTASI 1. Pada Bidang Fisika Dalam fisika, berbagai teori yang berdasarkan permodelan matematika menyediakan prediksi yang ...