MENGHADAPI PANDEMI VIRUS CORONA
APA ITU VIRUS CORONA?
Virus corona termasuk dalam keluarga coronaviridae yang bisa menyebabkan penyakit pada mamalia dan burung. Virus corona dapat beredar di antara kelelawar. Jika feses kelelawar jatuh pada buah, kemudian buah tersebut dimakan oleh musang, maka musang tersebut juga menjadi pembawa virus corona. Namun, beberapa jurnal kesehatan yang dikutip Business Insider menyebutkan, virus corona juga bisa ditemukan di ular kobra.
Fakta seputar virus corona yang perlu kamu tahu, virus ini dinamakan corona karena bentuknya yang menyerupai mahkota. Jika virus ini masuk ke dalam tubuh manusia, maka ia menyerang sistem pernafasan. Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyebutkan, virus corona memiliki masa inkubasi dua hari hingga dua minggu. Itu sebabnya, jika ada seseorang dicurigai terinfeksi virus corona, sebaiknya pasien tersebut segera diobservasi dan dikarantina. Karena virus jenis ini belum pernah ditemukan di antara manusia sebelumnya, maka vaksin untuk virus ini pun belum ada.
Pasien yang terinfeksi virus corona menunjukkan ciri-ciri yang kerap ditemukan pada pasien dengan gangguan pernafasan. Ciri-ciri virus corona ataupun gejala tersebut antara lain:
- Demam
- Sakit kepala
- Flu
- Sesak nafas
- Batuk parah
- Sakit tenggorokan
Berawal dari enam gejala umum di atas, virus corona bisa mengakibatkan kondisi yang lebih parah. Jika virus ini sudah sampai ke paru-paru, maka ia akan merusak fungsi paru. Selanjutnya, virus ini akan menyebabkan gangguan pada saluran pernafasan bagian bawah seperti pneumonia dan bronkitis. Lalu, jika virus sudah menyentuh ginjal, maka ia juga akan menyebabkan gagal ginjal.
Selain menunjukkan ciri-ciri virus corona secara umum di atas, ada pula pasien virus corona yang tidak menunjukkan gejala. Salah satu dari enam orang anggota keluarga kasus virus corona di China diketahui tidak menunjukkan gejala apapun. Tetapi, pasien tersebut diketahui terjangkit virus corona setelah dilakukan pemeriksaan paru-paru. Jadi, jika kamu atau orang di sekitar kamu menunjukkan sedikit saja gejala umum di atas, tak ada salahnya melakukan pemeriksaan kesehatan.
Pandemi koronavirus di Indonesia diawali dengan temuan penderita penyakit koronavirus 2019 (COVID-19) pada 2 Maret 2020. Hingga 8 Mei, telah terkonfirmasi 13.112 kasus positif COVID-19 dengan 9.675 kasus aktif, 2.494 kasus sembuh, dan 943 kasus meninggal. Sebagai tanggapan terhadap pandemi ini, beberapa wilayah telah memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).
Pencegahan Virus Corona
1. Cek kesehatan
IDI menginstruksikan masyarakat yang habis bepergian dari negara-negara yang terdapat kasus virus corona agar segera mengecek kesehatan dan melakukan sejumlah pencegahan. Beberapa negara yang dinyatakan positif terdapat kasus virus corona antara lain Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, Jepang, Nepal, Korea Selatan, Perancis, dan Amerika Serikat.
2. Menggunakan alat pelindung diri seperti masker
Virus corona berukuran 100-125 nanometer. Virus ini bisa berpindah lewat bersin dan batuk. Itu sebabnya, mengutip Halodoc, cara efektif mencegah virus ini masuk ke tubuh kita ialah dengan memakai masker dengan pori lebih kecil dari 100 nanometer. Jenis masker yang paling tepat untuk mencegah virus corona ialah masker jenis N95, karena masker ini bisa menangkal partikel halus.
Di samping masker N95, pakar infeksi Singapura seperti dikutip Detik Health juga menganjurkan penggunaan masker bedah atau yang sering digunakan ketika naik ojek online juga tepat digunakan untuk mencegah penularan virus corona. Sebab, masker ini lebih praktis dan memiliki kemampuan menangkap partikel droplet atau bercak dahak agar tidak langsung masuk kembali ke saluran pernapasan.
Pastikan kamu tahu cara memakai masker bedah yang benar. Menurut Prof. Wing-Hong Seto, guru besar Hong Kong University dan Wakil Direktur Pusat Kolaborasi WHO, pemakaian masker yang tepat adalah dengan menempatkan bagian berwarna biru atau hijau di bagian luar karena bagian ini dilengkapi dengan material yang waterproof. Sementara bagian yang bersifat menyerap yang berwarna putih diletakkan di bagian dalam, sehingga manakala kamu batuk atau bersih, material ini yang akan menyerapnya. Selain itu, terapkan etika ketika batuk dan bersin dengan menutup mulut dan hidung.
3. Menghindari kontak langsung dengan terduga pasien dan hewan liar
Sebisa mungkin hindarilah kontak langsung dengan orang yang menunjukkan gejala virus corona, seperti demam, flu, batuk, dan sesak nafas. Selain itu, hindarilah kontak langsung dengan hewan liar karena virus corona diduga berasal dari kelelawar, musang, dan ular kobra.
4. Cuci tangan sebersih mungkin
Virus ini juga bisa berpindah tempat lewat sentuhan tangan dengan pasien yang terinfeksi. Atau bisa juga dengan cara menyentuh tempat yang sudah terinfeksi virus tersebut, seperti gagang pintu, uang, dan sebagainya. Tapi yang perlu kamu ketahui, Kementerian Kesehatan Amerika Serikat seperti dikutip Live Science menyebutkan, virus corona tidak bisa bertahan di udara lebih dari beberapa jam. Sebab, virus corona termasuk virus berukuran besar (125 nanometer), sehingga kecil kemungkinan ia akan berpindah dalam waktu yang lama. Virus corona juga akan mati jika menempel pada benda mati yang bukan inangnya. Artinya, sangat kecil kemungkinan virus ini menular melalui udara. Jadi, kamu tak perlu cemas bahwa virus corona ini akan terbawa di paket barang pesananmu dari China.
Meski demikian, tetaplah berjaga-jaga dengan cara mencuci tangan sebersih mungkin. Kemudian, hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut sebelum mencuci tangan. Mencuci tangan ini bisa menggunakan sabun selama minimal 20 detik, bisa juga menggunakan disinfektan berbahan dasar alkohol 70%-80%.
5. Hindari makan makanan mentah
WHO juga menghimbau untuk menghindari konsumsi protein hewani yang masih mentah atau kurang matang. Ini karena makanan mentah atau yang tidak matang sempurna masih membawa virus corona.
6. Menerapkan pola hidup sehat
Kondisi kesehatan pasien virus corona semakin memburuk jika daya tahan tubuhnya rendah. Itu sebabnya, penting menjaga daya tahan tubuh dengan pola hidup sehat seperti menerapkan pola makan gizi seimbang, istirahat yang cukup, dan rutin berolahraga.
Adapun alasannya dari pencegahan yang dianjurkan WHO:
Cucilah tanganmu sesering mungkin
Sering-seringlah mencuci tanganmu dengan sabun dan air atau antiseptik berbahan dasar alkohol jika tanganmu terlihat kotor.
Alasannya?
Karena mencuci tangan dengan sabun dan air atau antiseptik berbahan dasar alkohol akan menghilangkan virus yang terdapat di tanganmu.
Terapkan teknik bernapas yang higienis
Ketika kamu hendak batuk atau bersin, tutuplah mulut dan hidung dengan bagian dalam siku lengan atau tisu, kemudian buanglah tisu segera ke dalam tempat sampah tertutup, dan bersihkan tanganmu dengan antiseptik berbahan dasar alkohol atau cuci tangan dengan sabun dan air.
Alasannya?
Menutup mulut dan hidung ketika batuk dan bersin akan mencegah penyebaran kuman dan virus. Jika kamu bersin atau batuk dengan menggunakan tangan, boleh jadi kamu akan menularkan virus atau kuman ke orang lain yang kamu sentuh.
Pertahankan jarak dengan orang lain
Cara pencegahan virus corona COVID-19 yang bisa kamu lakukan berikutnya adalah pertahankan jarak setidaknya 1 meter (3 kaki) dengan orang lain, khususnya dengan mereka yang sedang batuk, bersih, dan demam.
Alasannya?
Saat seseorang yang terinfeksi dengan penyakit saluran pernafasan, seperti virus corona yang diberi nama baru COVID-19, batuk-batuk atau bersin-bersin, mereka memproduksi partikel kecil yang mengandung virus. Jika kamu terlalu dekat dengan mereka, bukan tidak mungkin kamu bisa menghirup virus tersebut.
Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut
Alasannya?
Tangan kita menyentuh banyak permukaan yang bisa saja terkontaminasi virus. Jika kamu menyentuh mata, hidung, dan mulut dengan menggunakan tangan yang telah terkontaminasi virus, maka kamu akan memindahkan virus dari permukaan benda tersebut ke dalam tubuhmu.
Jika kamu demam, batuk, atau susah bernapas, segera cari bantuan medis
Beritahu tenaga medis jika kamu telah melakukan perjalanan di suatu daerah di China, tempat di mana virus corona (COVID-19) dikabarkan muncul, atau jika kamu pernah melakukan kontak dengan seseorang yang sehabis melakukan perjalanan ke China dan memiliki gejala gangguan pernapasan.
Alasannya?
Setiap kali kamu demam, batuk, atau susah bernafas, penting bagi kamu untuk mencari bantuan medis sesegera mungkin, karena ini bisa jadi disebabkan oleh infeksi saluran pernapasan atau kondisi serius lainnya. Gejala gangguan pernapasan yang disertai demam bisa disebabkan oleh beberapa hal, dan tergantung pada riwayat perjalanan dan kondisimu, di mana virus coronaCOVID-19 bisa menjadi salah satu penyebab.
Jika kamu memiliki gangguan pernapasan ringan dan tidak punya riwayat perjalanan ke atau di dalam China
Jika kamu memiliki gangguan pernapasan ringan dan tidak punya riwayat perjalanan ke atau di dalam China, lakukanlah pernapasan dasar dan jaga kehigienisan tangan dengan hati-hati, serta jika memungkinkan, tinggallah di dalam rumah sampai kondisimu pulih.
Sebagai cara pencegahan virus corona COVID-19 secara umum, lakukanlah langkah-langkah umum menjaga kebersihan saat mengunjungi pasar hewan hidup, pasar basah, atau pasar produk makanan berbahan dasar hewan
Pastikan kamu melakukan cuci tangan secara regular dengan menggunakan sabun dan air matang setelah menyentuh hewan-hewan dan produk-produk hewani; hindari menyentuh mata, hidung, atau mulut dengan menggunakan tangan; dan hindari kontak dengan hewan-hewan yang sakit atau daging hewan yang sudah tidak segar. Jangan melakukan kontak sama sekali dengan binatang hidup di pasar (contohnya kucing dan anjing liar, tikus, burung, dan kelelawar). Hindari kontak dengan kotoran hewan yang berpotensi telah terinfeksi, atau cairan di tanah, atau kerangka toko dan fasilitas pasar.
Hindari mengonsumsi makanan berbahan dasar hewan yang mentah atau setengah matang
Tangani daging mentah, susu, atau organ tubuh hewan dengan hati-hati untuk mencegah kontaminasi dengan makanan mentah, sesuai dengan kaidah keamanan makanan yang baik.
PENANGGULANGAN WABAH PANDEMI VIRUS CORONA DI INDONESIA
Salah satu yang menjadi sorotan dalam kertas posisi ini adalah tidak adanya keseriusan Pemerintah dalam menjalankan mandat Undang-undang No. 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan, dimana Pemerintah nampaknya enggan menerapkan kebijakan kekarantinaan secara keseluruhan. Pemerintah hanya menerapkan PSBB yang notabenenya hanya ingin membatasi aktivitas-kegiatan warga, namun tidak ingin benar-benar bertanggung jawab memenuhi hak dasar warga selama aktivitasnya dibatasi.
Kertas posisi ini juga menyoroti kebijakan PSBB di level Kementerian Kesehatan RI hingga di level pemerintahan daerah, dimana PSBB yang diterapkan melampaui dan mencampuradukkan wewenang PSBB yang ada di dalam Undang-undang No. 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan maupun Peraturan Pemerintah No. 21 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar dalam Rangka Percepatan Penanganan COVID-19 (PP PSBB). Hal ini bisa dilihat dari kebijakan PSBB yang justru turut membatasi mobilitas dan transportasi warga (bahkan hingga persoalan larangan mudik) yang notabenenya kebijakan pembatasan mobilitas tidak tepat diterapkan dalam skema PSBB, melainkan dalam skema Karantina (Karantina Rumah, atau Karantina Rumah Sakit, atau pun Karantina Wilayah).
Dampak penerapan PSBB yang tidak diseimbangi oleh kewajiban Pemerintah dalam memenuhi hak-hak kebutuhan dasar warganya secara konsekuen adalah PHK massal terjadi dimana-mana, krisis ketahanan ekonomi warga, warga terancam tidak punya tempat tinggal karena tidak mampu membayar uang sewa tempat tinggal, ancaman kriminalisasi berlebihan oleh aparat dengan dalih penegakan hukum PSBB, maraknya korban teror intimidasi penagih dari jasa pinjaman online, dll.
SOSIAL DISTANCING DI INDONESIA
Ketika menerapkan social distancing, seseorang tidak diperkenankan untuk berjabat tangan serta menjaga jarak setidaknya 1 meter saat berinteraksi dengan orang lain, terutama dengan orang yang sedang sakit atau berisiko tinggi menderita COVID-19.
Selain itu, ada beberapa contoh penerapan social distancing yang umum dilakukan diIndonesia sampai saat ini, yaitu:
- Bekerja dari rumah (work from home)
- Belajar di rumah secara online bagi siswa sekolah dan mahasiswa
- Menunda pertemuan atau acara yang dihadiri orang banyak, seperti konferensi, seminar, dan rapat, atau melakukannya secara online lewat konferensi video atau teleconference
- Tidak mengunjungi orang yang sedang sakit, melainkan cukup melalui telepon atau video callh
Social Distancing dan Isolasi Mandiri
Selain social distancing, ada pula istilah lain yang berkaitan dengan upaya pencegahan infeksi COVID-19, yaitu protokol isolasi mandiri.
Isolasi mandiri adalah protokol yang mewajibkan setiap orang untuk tinggal di dalam rumah atau tempat tinggal masing-masing sambil melakukan upaya pembatasan fisik dengan orang lain.
Pemerintah Indonesia menghimbau setiap orang untuk melakukan isolasi mandiri. Namun, protokol ini wajib diberlakukan pada kelompok tertentu, yaitu:
- Orang yang memiliki gejala COVID-19, seperti demam, batuk, dan sesak napas dan tidak memiliki penyakit penyerta, seperti diabetes, penyakit jantung, dan infeksi HIV
- Orang yang dicurigai atau sudah terkonfirmasi positif COVID-19
- Orang yang memiliki riwayat bepergian ke zona merah atau wilayah endemis COVID-19 dalam waktu 2 minggu terakhir
- Orang yang telah menjalani pemeriksaan rapid test COVID-19
Protokol isolasi mandiri dilakukan dengan beberapa cara berikut ini:
- Tidak bepergian ke luar rumah. Seluruh aktivitas, termasuk bekerja, beristirahat, belajar, dan beribadah, dilakukan di dalam kamar masing-masing (tidak berbarengan dengan orang lain dalam satu kamar).
- Pakai masker dan selalu jaga jarak minimal 1 meter saat berinteraksi dengan orang lain. Batasi waktu interaksi paling lama 15 menit.
- Hindari untuk berkumpul, misalnya untuk makan bersama, selama menjalani isolasi mandiri.
- Gunakan peralatan makan dan mandi yang terpisah dengan orang lain di dalam rumah.
- Pantau suhu tubuh harian dan perhatikan apakah Anda mengalami gejala COVID-19.
- Jalani perilaku hidup bersih dan sehat dengan rutin mencuci tangan dengan sabun dan air bersih, membersihkan rumah dan kamar masing-masing dengan disinfektan setiap hari, dan menjalani pola makan sehat.
- Manfaatkan aplikasi kesehatan untuk mendapatkan informasi terkini tentang COVID-19 atau berkonsultasi dengan dokter untuk memantau kondisi Anda.
- Segera hubungi dokter atau fasilitas layanan kesehatan terdekat jika Anda mengalami gejala COVID-19 yang semakin memberat seperti demam tinggi dan sesak napas.
VIRUS CORONA dan PSIKOLOGIS MANUSIA
Salah satu dampak psikologis yang timbul di tengah pandemi COVID-19 adalah psikosomatik, yakni suatu gangguan pikiran yang menimbulkan keluhan fisik tanpa memiliki penyakit. Menurut dr. Andri, dokter spesialis dan psikiater RS Omni Alam Sutera, salah satu penyebab psikosomatik akhir-akhir ini ialah karena kecemasan yang dipicu oleh berita-berita terkait COVID-19. Pasalnya, setiap menit kita bisa terpapar berbagai berita mengenai COVID-19, baik melalui berita, media sosial, grup Whatsapp, berita di TV, dan lain sebagainya. Amygdala, yaitu pusat rasa cemas yang ada di otak, menjadi terlalu aktif bekerja sehingga sistem saraf menjadi tidak seimbang. Akibatnya, ketidakseimbangan ini membuat tubuh merasakan gejala yang mirip dengan COVID-19, yaitu batuk-batuk, nyeri, agak meriang, padahal suhu tubuh normal. Alhasil, pandemi COVID-19 bukan hanya mengancam kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan mental. Nah, berikut ini kami bahas cara agar tidak stres selama pandemi COVID-19 yang bikin sistem imun lebih baik.
Psikolog dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Laelatus Syifa mengungkapkan, kondisi pandemi virus corona ini memberikan tiga efek psikologis bagi seseorang, yakni krisis, uncertainty (ketidakpastian), dan loss of control. "Untuk efek krisis ditandai dengan datang mendesak secara tiba-tiba tanpa persiapan, dan memiliki efek negatif yang menekan," ujar Latus saat dihubungi Kompas.com pada Selasa (14/4/2020). Kemudian, untuk efek ketidakpastian, umumnya dirasakan seseorang dengan kekhawatiran kapan kondisi ini akan berakhir, kapan bisa kembali bekerja di perkantoran atau bertemu dengan banyak orang atau sanak saudara kembali. Sedangkan untuk efek "loss of control", Latus mengungkapkan, orang hanya dapat melihat atau mendengar tanpa bisa melakukan hal apa pun.
HUBUNGAN MANUSIA DAN PENDERITAAN
Dengan adanya Virus Corona atau COVID-19 sampai saat ini, membuat seluruh warga negara Indonesia mengalami keresahan, mulai dari ekonomi, kesehatan fisik maupun mental yang menurun.
“Kondisi rakyat semakin menderita semakin sulit memenuhi isi perut keluarganya, situasi dan kondisi semakin memanas, serta masih belum jelas apa yang didapatkan. Terkait hal ini, kami mengelaurkan Maklumat Amanat Penderitaan Rakyat Hadapi Wabah Virus Corona,” kata Presiden Gumregah Nusantara, dr Ali Mahsun Atmo M.Biomed kepada Harian Terbit, Minggu (5/4/2020).
Keterpurukan juga dialami usaha kecil dan menengah bahkan terjadi pemutusan kontrak kerja (PHK) dimana-mana. Akibat Corona membuat rakyat Indonesia makin menderita, makin sulit isi perut keluarga. ‘Jika hal tersebut berlangsung lama pada ujungnya bisa timbulkan persoalan sosial yang sulit dikendalikan akibat adanya kelaparan massif dan massal. Hal tersebut harus dicegah secepat-cepatnya.
Untuk itu, pemerintah segera realisasaikan kebijakan Pemerintah Pusat dengan mengucurkan APBD untuk bantuan sosial kepada rakyat terdampak wabah virus corona berupa bantuan sembako gratis, bantuan langsung tunai, serta insentif ekonomi baik berupa program padat karya atau insentif ekonomi dalam bentuk lainnya guna membangkitkan kembali ekonomi, pekerjaan dan mata pencarian hidup rakyat, yang tidak ditangani pemerintah Propinsi dan pemerintah pusat.
sumber:





